Paket dari Turki!

paket 4 me bro!“Nur, tadi malam saya dapat telpon, kata sulthon ada paketan buat sampeyan dari Turki” demikian bunyi sms yang saya terima dari Alek Mahya, sejenak setelah bangun pagi ini. Sambil loading, saya berusaha menebak. Ada apa dengan Turki dan saya?! Whehehehe…

Whaa..akhirnya setelah loading sekitar 90%, saya ingat bahwa tahun kemarin saya mengirim karya ke panitia peraduan kaligrafi internasional di Turki. Dan di tahun yang sama, saya pun sudah tau pemenang-pemenangnya. Yang jelas, nama saya tidak ada dalam daftar mereka. Hanya saja, sejauh yang saya tau, semua peserta akan dikirim katalog karya pemenang dan daftar seluruh peserta sebagai ‘oleh-oleh’ dan sekedar tanda terima kasih bagi seluruh partisipan. (maaf, paragraf ini banyak kata2 ’saya’ hehehe…)

Singkat cerita, kiriman katalog itu sebenarnya telah lama saya tunggu, hingga akhirnya lupa. Saya ingin banyak belajar dari para ‘senior’ yang telah berhasil menjadi pemenang. Paling tidak, bisa mengukur kemampuan dengan studi banding kualitas tulisan ceile.. atau apa gitu lah… Setidaknya, saya mengoleksi katalog tersebut untuk bahan rujukan nantinya. Dan keinginan yang dulu sempat menjadi impian, ternyata hari ini datang. Yup, katalog telah ada di depan mata, akhirnya pucuk dicinta ulampun tiba…hahahaa…
Katalog yang saya terima berisi daftar lauhah (karya) para pemenang peraduan kaligrafi internasional ketujuh yang diselenggarakan oleh Research Centre for Islamic History, Art and Culture (IRCICA) yang berkedudukan di Istambul, Turki. Di mana kali ini, peraduan tersebut didekasikan untuk tokoh kaligrafi modern, Hasyim Muhammad al-Baghdady. Peraduan serupa pertama kali diselenggarakan tahun 1985 atas nama kaligrafer ternama asal Turki, Hamid al-Amidi, di bawah bimbingan dan pengawasan Prof. Akmaluddin Ihsan Aughali, sekjend OKI, yang juga Direktur Utama IRCICA saat itu.

my catalogPeraduan kaligrafi internasional yang diadakan tiap tiga tahun sekali ini, merupakan peraduan kaligrafi internasional pertama kali dan satu-satunya yang dikelola oleh sebuah lembaga. Dan sejak itu, peraduan kaligrafi internasional menjadi agenda tetap IRCICA, yang ketika pertama kali diadakan, lembaga tersebut baru memasuki tahun ketiga semenjak didirikan.

Dalam perkembangan selanjutnya, peran IRCICA dalam seni kaligrafi menjadi lebih strategis, dimana lembaga ini menjadi semacam pengayom berbagai macam kegiatan yang mendukung pengembangan seni kaligrafi. Seperti pengadaan training dan seminar kaligrafi, penerbitan buku-buku karya para master kaligrafi, pengadaan pameran-pameran kaligrafi di sejumlah negara, serta pemberian ijazah kepada kaligrafer yang telah mencapai tingkat standard baku kaidah kaligrafi klasik. Selain itu, IRCICA juga berhasil membangun jaringan dan membentuk forum bagi para kaligrafer di berbagai belahan dunia. Disamping, IRCICA juga menjadi donatur dan pengarah berbagai lomba kaligrafi lokal yang diadakan di beberapa negara anggota OKI.

Suatu kebanggaan bahwa peraduan kaligrafi internasional semakin menunjukkan perkembangan yang signifikan dari tahun ke tahun. Baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Hal itu terlihat dari jumlah negara asal peserta yang semakin bertambah. Jumlah peserta peraduan kaligrafi ketujuh kali ini bahkan mencapai tiga kali lipat jumlah peserta peraduan yang pertama. Tidak hanya itu, nilai dan jumlah hadiah yang dikeluarkan untuk para pemenang pun semakin banyak. Hingga kemudian, peraduan kaligrafi internasional yang diadakan IRCICA ini menjadi semacam acuan dan standarisasi kemampuan serta sarana para peserta (kaligrafer) dalam mengasah bakat dan kemampuan mereka. Tidak berlebihan jika akhirnya banyak kalangan menjuki para peserta peraduan kaligrafi ini dengan sebutan “Generasi IRCICA”.

Peraduan kaligrafi internasional ketujuh kali ini diikuti sebanyak 917 peserta dari 38 negara. Sedangkan karya yang terkumpul sejumlah 1717 karya terdiri dari 14 cabang kaligrafi yang dilombakan. Meliputi; Khat Tsuluts Jali, Tsulust ‘Adi, Naskh, Ta’liq Jali, Nasta’liq, Diwani Jali, Diwani, Kufi, Muhaqqaq, Raihani, Ijazah, Riq’ah, Maghribi, dan Ta’liq Daqiq.

Setelah mengamati dan menyeleksi semua karya yang masuk, dewan juri peraduan kaligrafi kali ini memutuskan untuk memberikan perhatian khusus kepada beberapa kaligrafer berbakat yang berasal dari negara-negara tertentu, di mana seni kaligrafi terlihat mulai berkembang. Perhatian berupa pemberian hadiah simbolik tersebut dimaksudkan untuk memberi motivasi kepada para kaligrafer setempat untuk terus mengembangkan diri serta meningkatkan kualitas kaligrafi di negaranya. Hadiah serupa diperuntukkan pula bagi beberapa kaligrafer yang mempunyai karya berkualitas namun karena beberapa sebab terpaksa tidak diluluskan seleksi. Jumlah hadiah untuk kategori ini dibagikan kepada 42 pemenang.

Sementara hadiah dalam bentuk uang tunai, diperuntukkan bagi 21 juara utama serta 74 juara tambahan (harapan). Hadiah tersebut dikeluarkan sebagi bentuk penghargaan atas 94 karya kaligrafi terbaik yang meliputi 14 jenis cabang, seperti yang ada di dalam katalog. Jumlah keseluruhan uang tunai yang dikeluarkan IRCICA dalam peraduan ini mencapai USD 91.000. Dibagikan kepada 119 pemenang yang berasal dari 25 negara.

Dalam katalog setebal 116 halaman ini, bisa kita nikmati karya-karya peserta yang berhasil menjuarai peraduan, foto pemenang, serta alamat lengkapnya. Di akhir halaman, dicantumkan pula nama seluruh peserta peraduan, lengkap dengan alamat dan tempat tinggal. Kesemuanya, ditujukan supaya antar peserta saling kenal, hingga terciptanya jaringan antar “Generasi IRCICA” di seluruh belahan dunia.

cover arabDari 917 peserta yang mengikuti peraduan ini, Syiria dan Irak merupakan negara yang paling banyak pesertanya. Disusul Mesir, Turki dan negara-negara arab lain. Beberapa negara Eropa seperti Inggris dan Spanyol juga ada. Untuk Asia, terdapat peserta yang berasal dari Jepang, Malaysia dan Indonesia. Malaysia, tercatat 5 peserta. Sementara dari Indonesia sendiri terdapat ada 20 orang. Tetapi, bisa jadi jumlah ini lebih, mengingat beberapa peserta mengirimkan karyanya tidak dari negara asal, tetapi dari negara dimana mereka tinggal. Di antara 20 peserta dari Indonesia, 2 diantaranya mendapatkan hadiah simbolik dari IRCICA dari dua kategori kaligrafi yang berbeda. Saudara Isep Misbah (Banten) mendapatkan hadiah dari kategori kaligrafi diwani, sementara Saudara H. Mahmud Basri (Bekasi) dari kategori Jali Tsulust.

Begitulah. Kembali ke katalog… Sekarang katalog itu sudah tergeletak manis di atas meja saya. Belum puas juga rasanya menikmati karya-karya para pemenang, meskipun sudah capek membolak-balik halaman demi halaman. Melihat katalog tersebut, jadi teringat ketika seorang kawan ‘memaksa’ saya untuk mengirimkan karya, seperti apapun jadinya. Dua hari menjelang deadline, barulah karya itu jadi. Lalu dia mengantar saya mengirim karya tersebut via DHL. Jika ketika itu saya tidak ‘dipaksa’, katalog tersebut tidak akan sampai di tangan. Dan tidak akan pernah ada ‘kiriman’ untuk saya dari Turki. However, thanks bro, terima kasih fi, karena anda saya banyak belajar dari lomba ini!

11 Responses to “Paket dari Turki!”

  1. Rosyidi Says:

    Kalo aku gambar kaligrafi cuma pernah 2x. Waktu SMP ama SMA. Waktu pelajaran seni. Soalnya gambar kaligrafi lebih gampang daripada harus gambar objek :D

  2. emnoer Says:

    Kalo aku gambar kaligrafi cuma pernah 2x. Waktu SMP ama SMA. Waktu pelajaran seni. Soalnya gambar kaligrafi lebih gampang daripada harus gambar objek :D

    Gambar kaligrafi bisa jadi lebih mudah daripada gambar obyek mas. Tapi kalo nulis kaligrafi, sekolahnya butuh 4 tahun dulu :) Banyak kaidah baku yang harus dikuasai dan mungkin lebih sulit dari gambar obyek…!

  3. Mc Attack Says:

    wew..nur dah ganti penampilan sekarang.. pake theme kubrick ya Nur? mirip kek ini themenya.
    Nur..HP-nya kok susah sekali dihubungi? gak tau orang lagi Rindu apa? dari kemaren kaga bisa2:(( , ouh..u broke my heart..!!

  4. aci Says:

    wah..afwan dech, gak bisa komen kaligrafi, tapi mo kemen musiknya aja. romantis abis..bis..bis..kota! :P

  5. emnoer Says:

    wew..nur dah ganti penampilan sekarang.. pake theme kubrick ya Nur? mirip kek ini themenya.

    yang ini baru kubrick bro! kemaren tuh, nama theme-nya leaf.

  6. emnoer Says:

    wah..afwan dech, gak bisa komen kaligrafi, tapi mo kemen musiknya aja. romantis abis..bis..bis..kota!

    jadi, sedih ama romantis bedanya tipis ya? setipis gerimis…? :(

  7. bulik Says:

    gerimis dah jadi badai, tapi badai cepat berlalu.. :P

  8. sunanVcleopatra Says:

    wah, mujiddin khalil Ago yang sukses dan ditunggu-tunggu banyak orang, cayyo eyangkakung,,,!!!!
    meskipun banyak orang bilang “emnoer tuh hanya nyambung kalo diajak ngomong kaligrafi ato website, selain itu gak” tapi paling tidak you dah nemuin DUNIA you, tidak seperti aku, dia atau mereka.
    chayyo,, fight and ,, ,, ,,give up,, loh?:D
    ingat, you dah menggenggam dunia you, sementara aku masih ngontrak di dunia ini, jadi doakan aku ya, (duh, serius kali aku ini)

  9. azaxs Says:

    chaiyo chaiyo..

    mas, kaligrafi dirumah dah pada habis loh… hehe, gmna dunk? ;)

  10. emnoer Says:

    wah, mujiddin khalil Ago yang sukses dan ditunggu-tunggu banyak orang, cayyo eyangkakung,,,!!!!

    mujiddin yang sukses?!
    ditunggu-tunggu banyak orang?!
    eyangkakung?!
    ini gak salah komen kan?! afwan…

    “emnoer tuh hanya nyambung kalo diajak ngomong kaligrafi ato website, selain itu gak”

    oh my god… jadi begitukah diriku?!

    ingat, you dah menggenggam dunia you, sementara aku masih ngontrak di dunia ini,

    sama-sama masih numpang di asrama azhar kali bro!…kalo genggam dunia, gimana nulis khotnya?… hehe. :)

  11. emnoer Says:

    mas, kaligrafi dirumah dah pada habis loh… hehe, gmna dunk?

    I’am coming soon…. sahhil ya rabb!

Leave a Reply