
Tempat itu tidak terlalu jauh dijangkau dari asrama kami, Madinatul Bu??uts al-Islamiyyah. Bermula dari keinginan pribadi, juga teman-teman yang sehobi, akhirnya kita mendaftarkan diri sebagai pelajar (murid) dari Madrasah tersebut. Madrasah Tahsin Khututh al-??Arabiyyah. Orang-orang menyebut daerah itu dengan Baab el-sya??rea. Sebelah barat sedikit dari arah kota Abbasea. Tepatnya lagi antara daerah Maidan Jaisy dan Atabah. Biasanya kami naik tramco untuk ke sekolah. Ongkosnya ??hanya?? 50 piastres, atau kalo kepepet naik bus jurusan Atabah. Meskipun lebih murah, namun terpaksa harus jalan kaki sekitar 200 meter ke tempat yang kita tuju.
Sejak pertama kali datang ke Mesir, rasa penasaran itu ada. Apalagi mengingat pesan seorang tutor ketika masih pelatihan di Jakarta, sebelum ??terbang?? ke Negeri Para Nabi ini. Beliau mengingatkan bahwa di Mesir, seni ini sangat maju. Mengingat Mesir adalah salah satu dari tempat berkembang dan tumbuh suburnya kaligrafi Islam (selanjutnya disebut khot).
Rupanya keramahan orang di madrasah tersebut, juga syu??un-nya (bagian TU) sedikit merubah image bahwa orang mesir itu kasar dan suka marah-marah. Keramahan itu sudah terlihat sejak pertama kali saya masuki pintu gerbang Madrasah yang lumayan megah tersebut. Di atas pintu gerbang terpampang jelas nama madrasah. ??Madrasah Khalil Agha, ats-Tsanawiyah al-Islamiyyah lil-Banin??. Sekilas membacanya, tidak mengesankan kalau madrasah itu juga dipakai untuk pengajaran khot. Karena rupanya Madrasah tersebut multifungsi. Maksud saya, jika pagi dipakai untuk sekolah umum (Tsanawiyah) dan jika sore, baru ramai di kunjungi oleh para thalib Madrasah Tahsin Khututh al-??Arobiyah.
Tulisan kaligrafi corak diwani sangat indah yang dibebaskan, baru kelihatan setelah saya sedikit masuk. Tepatnya di sebelah kiri pintu utama. Tulisan ??Madrasah Tahsin Khututh al-??Arobiyah??, ditulis di atas batu prasasti ukuran 40X30 yang sudah termakan usia. Hingga beberapa hurufnya ada yang hilang entah kemana. Hal itu wajar, sebab usia madrasah ini konon sudah 80 tahunan, dan termasuk madrasah tahsin khututh tertua di Mesir
Kairo,
Akhir Bulan Sembilan, 05