Ya, kita masih, dan aku selalu.
Monday, January 28th, 2008Ketika saat itu datang
Saat bahagia dan keberhasilan engkau rasakan
Tak tau lagi, apa yang harus ku katakan…
Kebanggaan pun menyeruak di lubuh hatiku, entahlah
Meski kau bukan siapa-siapaku…
Bahkan entah sejak kapan, kita saling sapa…
Hanya…
Isyarat itu harus segera menyadarkanku.
Saat itu pun semakin dekat.
Dimana aku takkan lagi bisa menyapamu di pagi hari
Atau bertanya kabarmu seharian, di saat petang menjelang…
Tak bisa lagi ku bercerita tentang rembulan emas di atas sana…
Tentang gerimis di balik jendela kamar-kamar asrama..
Kau akan segera jauh dariku…
Saat itu pasti tiba… (more…)