Archive for the ‘Serpihan’ Category

Ya, kita masih, dan aku selalu.

Monday, January 28th, 2008

Ketika saat itu datang
Saat bahagia dan keberhasilan engkau rasakan
Tak tau lagi, apa yang harus ku katakan…
Kebanggaan pun menyeruak di lubuh hatiku, entahlah
Meski kau bukan siapa-siapaku…
Bahkan entah sejak kapan, kita saling sapa…

Hanya…
Isyarat itu harus segera menyadarkanku.
Saat itu pun semakin dekat.
Dimana aku takkan lagi bisa menyapamu di pagi hari
Atau bertanya kabarmu seharian, di saat petang menjelang…
Tak bisa lagi ku bercerita tentang rembulan emas di atas sana…
Tentang gerimis di balik jendela kamar-kamar asrama..
Kau akan segera jauh dariku…
Saat itu pasti tiba… (more…)

‘Iedul Khatt al-’Arabiy ke-11

Tuesday, December 18th, 2007

cimg6863.JPGPerayaan Hari Raya Kaligrafi ke-11 tahun ini, diadakan di Madrasah Khot as-Sa’idiyyah, Giza, Mesir. Acara pokok dari peringatan yang digelar tanggal 16 Desember yang lalu, adalah pemberian ‘takrim’ (penghargaan) kepada 10 lulusan terbaik diplom khot, dan diplom takhossush. Serta takrim bagi beberapa tokoh yang mempunyai andil besar dalam pengembangan seni kaligrafi di Mesir.

Hadir dalam acara ini, ketua ‘al-Jam’iyyah al-Mashiriyyah al-’Ammah lil khattil ‘arabiy’, Mus’ad Khudair al-Bursa’idiy, para anggota Jam’iyyah, guru-guru kaligrafi dari madrasah-madrasah khot yang ada di Mesir, dan murid-murid sekolah khot, baik itu dari madrasah as-Sa’idiyyah, maupun madrasah khot lainnya. (more…)

Akankah kembali terbuka?

Monday, November 5th, 2007

Kacau, khawatir, rasa bersalah atau entah apalagi yang melingkupi detik-detikku saat ini. Ketika angin tidak lagi menyapa daun-daun basah di awal cahaya. Dan cahaya pagi yang seharusnya hangat, ternyata semakin kubenci. Ya, karena satu hari lagi akan berlalu, dengan membawa rasa yang sama seperti kemarin. Ketika kutemukan pintu itu masih terkunci.

Padahal baru kemarin, pintu itu terbuka. Ruangan pendar dibalik sekat itu mulai bisa kuintip. Mulai kucoba tuk pahami segala hal yang perlu kuketahui. Sebuah kehormatan bagiku mendapat izin untuk menengoknya. Meski baru sekali aku jenguk, ruangan itu menjanjikan kesejukan jiwa yang dahaga. Terasa ada sesuatu yang berbinar di pelosok hatiku yang dalam. Mungkinkah suatu saat aku berteduh di dalamnya? (more…)

Hening yang hilang

Thursday, November 1st, 2007

Kulirik jam dinding itu. Pukul 21.33. Masih sore, pikirku. Tapi, ah, tiba-tiba aku ingat ketika itu. Aku merasa dalam waktu yang sama, namun ia adalah pertanda malam yang larut. Ketika pukul 21.30 begitu ditunggu-tunggu. Yah, setelah itu kita akhiri belajar malam. Atau sebut aja muajjah malam (Mudzakarah ma’al isyraf).

Sungguh, malam menjelang jam-jam sekian begitu nikmat. Rasa kantuk memunculkan bayangan-bayangan kamar dengan kasurnya yang tak terperi. Begitu membuai mereka yang ingin segera nyampe di kamar. Meskipun tertatih dan ngantuk di jalan. Atau bahkan ketiduran di kelas lepas belajar. Saking nggak kuat, akhirnya tergelepar di atas bangku keras. (more…)

Kok bisa?

Monday, October 29th, 2007

Kok bisa seperti ini. Aku lari dan ingin pergi. Menghilang lalu tak menjadi. Ingin rasanya teriak, keras dan kencang. Lalu lenyap. Biarkan. Senja bagiku tak lagi indah, pagi pun tak lagi berarti. Apa yang sebenarnya kunanti? Sombong dan menjadi-jadi. Bintang tak lagi jadi kawan. Dan semua…kecil, jauh dan tak kulihat apapun. Suram!…. Ngomong apa seh?! :o :-j :)